Kamis, 26 September 2019

Senyawa Poliena dan Zat Warna



Senyawa Poliena dan Zat Warna

Poliena merupakan golongan senyawa organik tak jenuh dengan struktur yang mengandung ikatan rangkap karbon-karbon ganda dan tungal. Dimana, ikatan antar karbon berinteraksi secara konjugasi yang menyebabkan terbentuknya sifat optik yang khas. Sifat optik yang dimaksud disini yaitu beberapa poliena memunyai warna yang cerah. Banyaknya ikatan rangkap terkonjugasi yang dimiliki oleh poliena, pada saat ia memasuki spektrum pada sinar ultraviolet, ia akan menghasilkan senyawa yang dapat memberikan warna. Misalnya -karoten memberikan warna pada wortel.

Poliena mempunyai sifat yang lebih reaktif daripada alkena sederhana. Contohnya trigliserida bersifat reaktif terhadap oksigen di atmosfer. Poliena banyak digunakan sebagau antibiotik pada manusia, diantaranya amfoterisin B, nistatin, pimariin, kandisidin, trikomisin, dan metil partkin.

Salah satu senyawa poliena yaitu karotenoid. Karotenoid merupakan senyawa poliena isoprenoid berwarna kuning, jingga, atau merah. Karotenoid termasuk pigmen zat warna pada buah dan sayur yang bermanfaat sebagai antioksidan yang baik bagi tubuh. Karotenoid ini berupa senyawa hidrokarbon yang larut dalam air dan lemak. Karotenoid yang ditemukan di alam terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

1.      -karoten


Beta karoten termasuk golongan terpenoid yang merupakan pigmen warna merah-jingga yang biasanya terdapat pada tumbuhan dan buah. Ciri-ciri dari betakaroten yaitu memiliki cincin beta pada kedua ujung molekulnya. Beta karoten juga merupakan bentuk awal dari vitamin A. ia memberikan warna jingga pada wortel, labu, dan ubi. Jika digunakan dalam makanan beta karoten mempunyai bilangan E160.  

2.      -kriptosantin
Beta kriptosantin merupakan salah satu karotenoid yang juga bisa diubah menjadi vitamin A dan larut didalam lemak. Beta kriptosantin dapat berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi antioksidan dari radikal bebas didalam tubuh dan menunda penuaan dini, mengobati gangguan saluran pernafasan, mencegah timbulnya kanker, dan mencegah penyakit jantung. Beta kriptosantin memberikan warna kuning pada mangga, labu, dan pepaya.

3.      ɑ-karoten 
alfa karoten merupakan karotenoid yang memberikan warna orange pada sayuran. Ia memiliki struktur karoten dengan ikatan beta-ionone padaujung satu dan cincin alfa-ionone pada ujunglainnya. Alfa karoten dapat bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat mencegah pertumbuhan penyakit tumor dan menghambat pertumbuhan gen pembentukan kanker. Alfa karoten bisa ditemukan pada sayuran seperti wortel, labu, tomt, buncis, jeruk, paprika, dan sawi putih.
Permasalahan:
1.      pada uraian diatas dijelaskan bahwa poliena mempunyai sifat yang lebih reaktif daripada alkena sederhana. Apa yang menyebabkan poliena lebih reaktif daripada alkena?
2.      Beta kriptoxantin merupakan salah satu karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan, lalu apa yang akan terjadi jika tubuh kekurangan beta kriptoxantin?
3.      Bagaimana alfa karoten dapat menghambat pertumbuhan gen pada kanker?



4 komentar:

  1. Selamat Pagi. Saya Melin Yohana Sitio (A1C117038) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2. Menurut saya sangat kecil kemungkinan jika tubuh kekurangan beta crytoxanthin yang merupakan salah satu jenis karotenoid. Beta cryptoxantin memiliki fungsi utama sebagai antioksidan dan fungsi lainnya sebagai bahan pembentukan vitamin A dalam tubuh. Vitamin A di percaya sebagai zat anti oksidan yang mampu melawan radikal bebas di dalam tubuh. Namun tidak menutup kemungkinan jika kekurangan beta crytoxantin maka bisa diartikan kekurangan vitamin A, Namun vitamin A yang dihasilkan dari konversi beta cryptoxantin dapat digantikan oleh beta-karoten dan alpha karoten serta vitamin C, oleh sebab itulah kekurangan beta cryptoxantin hingga saat ini belum menyebabkan masalah kesehatan secara signifikan. Terimakasih

    BalasHapus
  2. saya yuli pertiwi (20)akan mencoba menjawab permasalahan ketiga.
    kanker itu adalah penyakit yang selnya tumbuh tidak bisa terkendali. alfa karoten ini didalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A dan dia akan menjadi antioksidan. yang mana kita tahu antioksidan ini merupakan penangkal radikal bebas. radikal bebas ini lah senyawa yang dapat menyebabkan kanker. jadi vitamin A ini akan membantu menghilangkan radikal bebas dan menjaga agar DNA itu tidak bermutasi sehingga dapat membantu melambatkan perubahan sel.
    terimakasih

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Saya ulin ayu wulandari (A1C117024) akan mencoba menjawab permaslaahan yang nomor 1 Menurut Saya mengapa poliena ini lebih reaktif? Karena poliena ini memiliki banyak ikatan rangkap Dan akan membentuk delokalisasi elektron sedangkan pada alkena itu hanya satu ikatan rangkap. Seperti yang saudara sebutkan contohnya trigliserida. Pada trigliserida ini memiliki ikatan rangkap yang banyak dan Akan membentuk delokalisasi elektron yang akan mempengaruhi atom karbon yang satu dengan yang lainnya.

    BalasHapus

Kekuatan Asam dan Basa dalam Kimia Organik

1.       Asam basa Bronsted-Lowry. Menurut bronsted-lowry, asam adalah senyawa yang dapat menyumbangkan proton (H + ), sedangkan basa ...