Minggu, 08 September 2019

KIMIA ORGANIK lII: PERSENYAWAAN KIMIA ORGANIK HETEROSIKLIK



Persenyawaan Kimia Organik Heterosiklik

Dalam  persenyawaan kimia organik dikenal dengan senyawa heterosiklik. Senyawa heterosiklik atau heterolingkar dapat didefinisikan sebagai senyawa siklik (melingkar) yang pada struktur cincinnya terdapat atom hetero seperti oksigen, nitrogen dan belerang. Berdasarkan aromatisitas, senyawa heterosiklik ini bisa berbentuk cincin aromatik sederhana, contohnya piridina (C5H6N) ataupun non aromatik.

Berdasarkan cincinnya, senyawa heterosiklik dapat dibedakan menjadi 2,
1.      Senyawa monoheterosiklik yaitu senyawa yang mengandung atau mengikat satu cincin.
2.      Poliheterosiklik yaitu senyawa yang mengandung dua sistem cincin atau lebih.
contoh-contoh senyawa monoheterosiklik

Tatanama Senyawa Heterosiklik
Penamaan senyawa heterosiklik dapat dijelaskan berdasarkan jumlah cincin monosiklik dan polisiklik sebagai berikut:
1.      Cincin monosiklik
Pemberian nama pada cincin monosiklik disertai dengan menyebutkan ukuran cincin, jenis dan posisi heteroatom.
a.       Ukuran cincin mempunyai ketentuan sebagai berikut: 3 (ir), 4 (et), 5 (ol), 6 (in), 7 (ep), 8 (oc), 9 (on), 10 (ec).
b.      Jenis hetero ataom ditandai dengan memberi awalan oksa untuk O, tio untuk S dan aza untuk N.
c.       Jika terdapat dua atom hetero diberi awalan di contohnya dioksa, tiga = trioksa, empat = tetraoksa.
d.      Jika didalam satu monoheterosiklik mengandung dua heteroatom, maka ururan prioritasnya yaitu O > S > N.
e.       Penomoran dimulai dari atom hetero kemudian berputar ke arah substituen yang mempunyai nomor terkecil.
f.       Apabila senyawanya dihasilkan dari proses hidrogenasi maka ditambah awalan dihidro dan seterusnya kemudian diikuti nama induk.
Contoh : 


2.      Cincin polisiklik
Aturan penamaannya sebagai berikut:
a.       Cincin induk adalah cincin yang memiliki heteroatom sedangkan cincin yang menyatu dibuat sebagai awalan.
b.      Apabila terdapat dua atau lebih cincin yang memiliki heteroatom, maka urutan prioritasnya adalah N > O > S.
c.       Jika terdapat kemungkinan dua induk cincin heterosiklik, maka yang menjadi induknya dalah heterosiklik paling besar.
d.      Untuk mengetahui posisi cincin yang bergabung, maka setiap sisi cincin induk diberi notasi, sisi 1-2 = a, 2-3 = b, 3-4 = c dan seterusnya.
e.       Aturan orientasi cincin polisiklik:
·         Jumlah cincin terbanyak adalah horizontal
·         Bagian lain dari cincin diletakkan sebelah kanan dan penomoran dimulai dari puncak siklik sebelah kanan.
Contoh: 

 
Permasalahan:

1.   Piridin dan pirola merupakan salah satu senyawa heterosiklik. bagaimana perbedaan kelarutan dalam air dari kedua senyawa tersebut?

2. Mengapa piridinia lebih polar dibandingkan benzena? 

3.      Apabila pada suatu poliheterosiklik tidak terdapat bagian cincin disebelah kanan atas atau hanya dua cincin yang sejajar, apakah penomorannya juga dimulai dari puncak siklik?








3 komentar:

  1. Perkenalkan nama saya Angesti Dhitya dengan NIM A1C117004 akan mencoba menjawab permasalahan pertama. Yaitu mengenai kelarutan piridina dan pirola didalam air. Jadi jika kira lihat dari strukturnya piridin ini memiliki pasangan elektron bebas yg terdapat pada aton Nitrogen, hal tersebut membuat atom N tersebut membentuk ikatan didalam air. Gal itulah yang membuat piridin larut dalam air. Sebaliknya, pada pirola sulit terbentuk ikatan hidrogen nah hal itulah yg membuat pirola larut didalam air. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Hai, saya Siti May Saroh dengan NIM A1C117048 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2. Yang membuat piridina lebih polar dibandingkan benzena itu karena kan kalo kita liat dari gambar strukturnya (bisa lihat di blog saya) kalo piridina itu berikatan sama nitrogen sedangkan benzena tidak. nah nitrogen pada piridina itu sifatnya elektronegatif. hal ituah yang membuat piridina polar sedangkan benzena tidak. semoga membantu :)

    BalasHapus
  3. Hai, saya Regina Purba dengan NIM A1C117060 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3, yaitu tetap saja.

    BalasHapus

Kekuatan Asam dan Basa dalam Kimia Organik

1.       Asam basa Bronsted-Lowry. Menurut bronsted-lowry, asam adalah senyawa yang dapat menyumbangkan proton (H + ), sedangkan basa ...