Jumat, 23 Agustus 2019

KIMIA ORGANIK III: Konformasi Struktur Persenyawaan Kimia



Konformasi adalah penataan suatu ruang tertentu dari atom-atom dalam molekul pada ruang tiga dimensi. Atau dapat dikatakan bahwa konformasi merupakan tahap konformer bagaimana bentuk molekul diubah akibat terjadinya putaran bebas di sepanjang ikatan C-C tunggal. Beberapa bentuk konformasi yaitu Fischer, Bola pasak, dan Newman.

Konformasi dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1.      Konformasi Eklips
Eklips adalah konformasi yang spesies sejenisnya berdampingan dan menghasilkan tolakan elektron yang sangat besar sehingga bisa dikatakan sebagai konformasi yang tidak stabil. Bentuk eklips ini dapat berotasi sendiri menjadi bentuk yang paling stabil baik bentuk Gausch maupun Staggered. Contohnya konformasi pada senyawa 2,3- dibromo butana
2.      Konformasi Gausch
Pada konformasi bentuk gausch gugus-gugus terletak saling berjauhan dan mengalami rotasi yang mengakibatkan gugus prioritasnya saling berjauhan. Contohnya pada persenyawaan 2,3- dibromo butana yaitu


3.      Konformasi Steggered
Stegger adalah konformasi yang paling stabil karena gugus prioritasnya bersebrangan yang mengakibatkan energi tolakannya yang kecil. Contohnya pada 2,3- dibromo butana
Isomer Konformasi
Isomer konformasi adalah isomer yang struktur molekul dan bentuk ruangnya berotasi pada ikatan tunggal. Senyawa yang mempunyai isomer konformasi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain pada suhu kamar, namun mempunyai sifat fisik dan kimia yang tidak biasa seperti tingkat energi dan hasil reaksi. Selain itu, senyawa yang mengalami isomer konformasi ikatannya tidak berubah pada saat konformasi diubah menjadi bentuk lain. Isomer konformasi bisa berlangsung pada senyawa alkana dengan hibridisasi Csp3 baik berbentuk alifatis ( seperti etana, propana, butana) maupun berbentuk siklis (seperti sikloheksana). Rotasi yang terjadi pada atom karbon yang hibridisasi sp3.Csp3 – Csp3 menyebabkan terjadinya perubahan tingkat energi yang berdampak pada kestabilan sementara molekul, mekanisme, dan hasil reaksi. 
Permasalahan:
1. Mengapa konformasi steggered disebut sebagai konformasi yang paling stabil?
2. Bagaimana bentuk isomer konformasi pada senyawa sikloheksana?
3. Bagaimana contoh konformasi bentuk Fischer?













3 komentar:

  1. Assalamualaikum wr.wb
    Saya Emy yulia
    Nim A1C117064
    Disini saya akan membantu menjawab permasalahn dari Vinny yaitu pada nomer 1, yang mana permasalahannya yaitu mengapa konformasi steggered ini dikatakan paling stabil? Menurut pendapat saya karena pada konformasi steggered ini memiliki suatu gugus utama yang posisi atau letaknya saling besebrangan antara satu dengan yang lain maka dari posisinya yang besebrangan itulah akan menciptakan energi tolakan kecil pada konformasi steggered ini, nah jadi itulah alasan mengapa konformasi ini dikatakan yang paling stabil dibandingkan yang lainnya.
    Semoga membantu ya.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum wr wb, saya ira desmila nim A1C117010 akan menjawab pertanyaan no 2. Yaitu tentang bagaimana bentuk isomer konformasi pada sikloheksana. Bentuk dari struktur molekul sikloheksana akan mengakibatkan perubahan energi, dimana dalam bentuk planar energi strain pada struktur ini sangat besar, karena semua posisi hidrogen dalam bentuk eklips sehingga struktur ini sangat tidak stabil. Struktur pada sikloheksana ini dapat mengalami pelipatan/pengerutan untuk menuju stabil.

    BalasHapus
  3. Asalamualaikum wr wb
    Perkenalkan nama saya Ruslan Rabani dengan nim A1C117028
    Disini saya akan coba membantu menyelesaikan permasalahan no 3

    Konformasi fischer merupakan konformasi
    Yang menjelaskan atau mengaplikasikan kebentuk 2 dimensi dari 3 dimensi, salah satu contohnya adalah 2,3 dibromo butana.
    Terimakasih semoga membantu

    BalasHapus

Kekuatan Asam dan Basa dalam Kimia Organik

1.       Asam basa Bronsted-Lowry. Menurut bronsted-lowry, asam adalah senyawa yang dapat menyumbangkan proton (H + ), sedangkan basa ...